Santika Hotel Launching Ngabuburhitz: Makan untuk Berbagi, Karena Setiap Piring Berarti

  • Bagikan
GM Santika Hotel didampingi seluruh staf melaunching program Ngabuburhitz menjelang Bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.Launcing berlangsung di Lantai 5 Santika Hotel, Jumat (13/2/26).

RadarAmbon.id – MENYAMBUT bulan suci Ramadan 1447 H, Hotel Santika Premiere Ambon resmi meluncurkan program bertajuk Ngabuburhitz dengan tema besar “Makan untuk Berbagi, Karena Setiap Piring Berarti”. Kegiatan launching berlangsung di lantai 5 hotel, Jumat (13/2/26), dan dihadiri berbagai unsur masyarakat serta pemerintah daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Ambon, Elly Toisutta, tokoh agama, serta para undangan lainnya.

General Manager Hotel Santika Premiere Ambon, Edy Dwi Sutrisno, dalam sambutannya menegaskan bahwa program Ngabuburhitz bukan sekadar agenda berbuka puasa bersama, melainkan wujud komitmen sosial dan lingkungan hotel.

“Ini merupakan semangat dan komitmen kami untuk berbagi kebahagiaan di bulan yang penuh berkat ini. ‘Hitz’ bukan hanya berarti kekinian atau tren, tetapi merupakan kepanjangan dari Healt, Impact, Together, dan Zero-Waste. Inilah tagline buka puasa kami di tahun 2026,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep tersebut menekankan tiga hal utama: kesehatan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Menu buka puasa disajikan dari bahan-bahan pilihan berkualitas terbaik dengan memperhatikan aspek kesehatan tamu.

Selain itu, Santika juga mengusung semangat berbagi dan mempererat silaturahmi, sekaligus berkomitmen meminimalkan limbah makanan.

“Zero-waste menjadi perhatian penting kami. Setiap piring yang disajikan harus berarti, bukan hanya dinikmati, tetapi juga dimaknai sebagai bagian dari kepedulian,” tambahnya.

Edy turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Bapak dan Ibu sekalian. Semoga acara ini membawa berkah, mempererat silaturahmi, dan turut mendukung perekonomian lokal Ambon dan Maluku,” tuturnya.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Hadi Basalamah menekankan pentingnya bulan Syaban sebagai momentum persiapan menyambut Ramadan.

“Syaban adalah bulan pemanasan, pintu masuk menuju Ramadan. Umat Islam perlu mempersiapkan diri agar ketika masuk Ramadan, sudah siap secara spiritual,” jelasnya.

Ia mengapresiasi konsep Ngabuburhitz yang dinilai memiliki nilai edukatif, terutama dalam upaya meminimalisir sampah makanan.

“Dari Ramadan ke Ramadan mungkin tidak ada hal baru dalam ibadahnya. Tapi saya tertarik dengan program Ngabuburhitz ini. Bagaimana Santika berupaya meminimalisir sampah makanan, ini sangat menarik,” katanya.

Menurutnya, inti dari puasa adalah pengendalian diri, kesederhanaan, dan integritas. Lebih dari itu, puasa juga mengajarkan makna berbagi.

“Puasa itu latihan mengendalikan diri. Kesederhanaan harus ditekankan. Dan yang terpenting, puasa adalah berbagi,” tegasnya.

Program Ngabuburhitz diharapkan tidak hanya menjadi agenda berbuka puasa bersama, tetapi juga memberi dampak positif bagi perekonomian lokal melalui penggunaan bahan pangan dan produk UMKM Maluku.

Dengan mengusung konsep kebersamaan dan keberlanjutan, Hotel Santika Premiere Ambon menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menikmati hidangan, tetapi juga tentang makna berbagi dan tanggung jawab sosial. Karena pada akhirnya, seperti tema yang diusung, setiap piring memang harus berarti.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *