RadarAmbon.id – WALIKOTA Ambon, Bodewin Wattimena, menargetkan pembangunan kembali rumah warga Desa Hunuth yang terbakar akibat konflik, rampung dalam waktu dua bulan. Target ini akan didukung melalui program Karya Bakti TNI yang melibatkan Polri dan masyarakat setempat.
“Material sudah siap, kita sementara berkoordinasi. Target kita, dalam dua bulan ke depan semua rumah yang terbakar sudah selesai dibangun,” kata Walikota di Ambon, Rabu, 27 Agustus 2025.
Menurutnya, pembangunan semestinya sudah dimulai pada Senin lalu, namun ditunda demi pelaksanaan bersama Karya Bakti TNI. “Upaya ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap warganya,” ujarnya.
Selain fokus pada pemulihan hunian warga, lanjut Walikota, Pemkot Ambon juga menekankan pentingnya mitigasi konflik. Edukasi kepada masyarakat melalui kepala desa, raja, dan lurah terus dilakukan agar warga tidak mudah terprovokasi.
Ia turut mengingatkan warga agar bijak menggunakan media sosial. Dan Pemerintah bersama Forkopimda juga berharap stabilitas dan keamanan Ambon dapat terus terjaga.
“Hari ini, media sosial punya pengaruh besar. Kami minta warga Ambon berhati-hati, jangan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Berkomentarlah dengan bijak, jangan sampai memicu konflik,” tegasnya.
Diketahui, konflik antarwarga Hunuth dan Hitu pecah usai perkelahian antar siswa SMK Negeri 3 Waiheru, Selasa (19/8/2025). Insiden itu menewaskan seorang siswa asal Negeri Hitu, A. Pelu. Amarah warga Hitu kemudian berujung pada pembakaran puluhan rumah di Desa Hunuth, memaksa lebih dari 700 warga mengungsi. (MON)




