RadarAmbon.id – PIMPINAN Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku menegaskan bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Ambon tidak boleh berkontribusi terhadap peningkatan angka pengangguran di Kota Ambon maupun Provinsi Maluku.
Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris PWM Maluku, Abdullah Marasabessy, saat memberikan sambutan pada kegiatan pelepasan Kontingen Olimpiade Ahmad Dahlan (OLIMPICAD) VIII yang diikuti sembilan siswa SMK Muhammadiyah Ambon, Rabu (4/2/2026).
Abdullah menekankan bahwa pendidikan kejuruan dirancang untuk menyiapkan lulusan yang siap kerja sesuai dengan kompetensi keahlian yang ditempuh selama masa pendidikan. Oleh karena itu, lulusan SMK Muhammadiyah diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi dalam menekan angka pengangguran, bukan justru menambah jumlah penganggur.
“Kami berharap sungguh agar lulusan SMK Muhammadiyah Maluku tidak lagi berkontribusi terhadap laju peningkatan pengangguran angkatan kerja di Kota Ambon dan Maluku. Dengan kejuruan yang ditempuh di SMK, seharusnya lulusan siap masuk dunia kerja,” ujar Abdullah.
Ia menambahkan, PWM Maluku menaruh harapan besar agar lulusan SMK Muhammadiyah mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah, khususnya dalam sektor ketenagakerjaan. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan kepentingan bersama antara lembaga pendidikan dan Pemerintah Provinsi Maluku dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, Abdullah juga meminta dukungan Dinas Pendidikan, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi, untuk membantu dan mengakomodasi usulan-usulan yang disampaikan oleh pihak sekolah. Dukungan tersebut dinilai penting guna meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas lulusan SMK.
“Kami memohon dukungan Dinas Pendidikan untuk mengatensi berbagai usulan dari kepala sekolah, termasuk program revitalisasi dan pengembangan unit sekolah baru (USB). Ini bukan hanya untuk SMK Muhammadiyah, tetapi juga untuk peningkatan kualitas pendidikan SMK secara keseluruhan,” jelasnya.
Menurut Abdullah, sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya akan memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas lulusan SMK, sehingga mampu bersaing di dunia kerja dan berkontribusi nyata dalam menekan angka pengangguran di Maluku.(*)





