RadarAmbon.id – PENYALURAN Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) di Provinsi Maluku belum sepenuhnya berjalan optimal. Hingga berakhirnya masa distribusi pada Desember 2025, tercatat 24.597 warga belum berhasil menerima bantuan sosial tersebut.
Data itu dihimpun Kantor Pos Cabang Utama Ambon selama proses penyaluran BLT Kesra yang menjangkau 11 kabupaten/kota di Maluku. Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kegagalan penyaluran paling tinggi.
Executive General Manager Kantor Pos Cabang Utama Ambon, Muhammad Ahwan Pryan Prasasti, menjelaskan bahwa persoalan utama terletak pada ketidaksesuaian data alamat penerima manfaat. Kondisi geografis Maluku yang kepulauan serta cuaca ekstrem juga memperumit proses distribusi bantuan.
“Banyak alamat penerima tidak dapat ditemukan. Ditambah lagi wilayah Maluku yang tersebar di pulau-pulau, sebagian masuk kategori daerah 3T, sehingga penyaluran tidak selalu berjalan lancar, terutama saat cuaca buruk,” kata Ahwan di Ambon, Selasa (6/1/2026).
Meski menghadapi berbagai kendala di lapangan, Kantor Pos mengklaim tetap berupaya memaksimalkan penyaluran dengan mendatangi langsung komunitas penerima yang belum terlayani.
“Kami tidak berhenti pada kendala. Upaya jemput bola terus dilakukan agar bantuan bisa diterima masyarakat yang berhak,” ujarnya.
Secara akumulatif, realisasi penyaluran BLT Kesra di Maluku mencapai 86 persen. Dari total 177.646 penerima, sebanyak 153.056 warga telah menerima bantuan sesuai data yang tercatat.
Ahwan menambahkan, distribusi BLT Kesra dilaksanakan dalam empat tahap. Tahap pertama dan kedua berlangsung pada 19 November hingga 19 Desember 2025, tahap ketiga pada 16–28 Desember, serta tahap keempat pada 29–31 Desember 2025.
“Seluruh proses penyaluran dirancang bertahap hingga akhir Desember, sesuai dengan jadwal nasional,” tutupnya.(*)




