RadarAmbon.id – BENTROKAN antara warga Dusun Ani dan Dusun Pawai, Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), diduga dipicu oleh adanya provokasi.
Atas dugaan tersebut, aparat Kepolisian Resor (Polres) SBB tengah menyelidiki pihak yang diduga menyebarkan informasi provokatif.
“Polisi akan tetap mengejar pelaku, provokator, dan penyebar hoaks,” tegas Kapolres AKBP Andi Zulkifli, dalam siaran pers yang diterima pada Selasa (24/3/2026).
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak menghalangi proses penyelidikan terkait bentrokan yang terjadi beberapa hari lalu.
“Masyarakat diminta tidak menghalangi proses penyelidikan. Meskipun ada upaya perdamaian yang dilakukan kedua belah pihak, hal itu tidak menghapus proses hukum yang berjalan,” ujarnya.
Sebelumnya, upaya penyelesaian konflik telah dilakukan melalui pertemuan di Kantor Bupati SBB pada Senin (23/3/2026). Pertemuan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Leverne Alvin Tusuun dan dihadiri oleh Bupati Asri Arman, unsur TNI-Polri, DPRD, Kejaksaan, serta tokoh masyarakat.
Diketahui, bentrokan antarwarga terjadi pada Jumat (20/3/2026), melibatkan warga Dusun Ani dan Dusun Pawai di Desa Lokki, Kecamatan Huamual.
Kericuhan diduga dipicu oleh insiden pembacokan terhadap seorang warga Dusun Pawai pada Kamis (19/3/2026) malam, yang menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka.
Sehari setelahnya, bentrokan antar kelompok tidak terhindarkan. Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 10 orang dari kedua pihak dilaporkan mengalami luka-luka. (AAN)





