RadarAmbon.id – UPAYA pemulihan sistem kelistrikan terus dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) menyusul gangguan jaringan yang dipicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Kota Ambon dan sekitarnya.
General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, menjelaskan bahwa dalam dua bulan terakhir wilayah Maluku dan Maluku Utara berada dalam kondisi cuaca ekstrem berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Fenomena tersebut ditandai dengan intensitas hujan tinggi dan angin kencang yang berpotensi mengganggu sistem kelistrikan serta distribusi bahan bakar melalui jalur laut.
Menurutnya, PLN secara konsisten memantau perkembangan cuaca setiap hari sebagai bagian dari langkah mitigasi. Seluruh unit kerja diminta meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam mempercepat proses pemulihan jaringan apabila terjadi gangguan akibat bencana alam. Selain itu, kesiapan material cadangan juga menjadi perhatian utama guna memastikan perbaikan dapat dilakukan tanpa hambatan.
“Setiap gangguan yang terjadi langsung kami respons dengan pengamanan sistem, penelusuran sumber gangguan, dan perbaikan jaringan. Penormalan dilakukan bertahap agar suplai listrik dapat segera dinikmati kembali oleh pelanggan,” kata Soeratmoko.
Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan gangguan terjadi pada Penyulang Hutumuri ULP Baguala. Cuaca ekstrem menyebabkan pohon tumbang dan mengenai jaringan tegangan menengah (JTM) di wilayah Lawena pada Sabtu, 8 Februari 2026, sekitar pukul 17.00 WIT.
Dampak kejadian tersebut mengakibatkan tiga gawang JTM terlepas beserta satu set konstruksi TM 1 pada Penyulang Hutumuri. Hingga Minggu, 9 Februari 2026 pukul 01.18 WIT, PLN telah
menyelesaikan perbaikan pada dua gawang, sementara satu gawang lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
Dalam proses penanganan, petugas PLN melakukan perbaikan konstruksi jaringan serta penyesuaian desain jaringan dari TM 1 menjadi TM 5 pada titik tikungan yang mengalami kerusakan akibat travers bengkok. Penanganan juga dilakukan pada lokasi tiang yang berada di area jurang licin dan tidak dapat dijangkau kendaraan skylift, sehingga petugas menggunakan metode panjat tali dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja.
“Kami memastikan seluruh pekerjaan dilakukan sesuai standar keselamatan dan prosedur operasional. Keandalan sistem menjadi fokus utama, terlebih dalam menghadapi periode siaga keagamaan,” ujarnya.
Gangguan pada Penyulang Hutumuri berdampak pada wilayah Lawena, Hutumuri, Rutong, dan Leahari dengan total 2.178 pelanggan terdampak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.018 pelanggan atau sekitar 47 persen telah kembali mendapatkan pasokan listrik.
PLN UIW MMU terus melakukan evaluasi serta penguatan sistem sebagai langkah antisipasi jangka panjang, termasuk pemeliharaan jaringan dan peningkatan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem.
PLN juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keandalan listrik dengan melaporkan potensi gangguan seperti pohon dekat jaringan, tiang miring, atau kabel menjuntai melalui aplikasi PLN Mobile maupun Contact Center 123.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat Maluku dan Maluku Utara,” tutup Soeratmoko.(*)





