RadarAmbon.id – Plt Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Tulehu, Mira Kaimudin, menyampaikan bahwa kesiapan armada untuk menghadapi Angkutan Lebaran (Angleb) 2026 masih dalam tahap pemeriksaan dan evaluasi.
Hal tersebut disampaikan Mira Kaimudin kepada wartawan, Kamis (5/3/26).
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji petik terhadap armada kapal yang akan beroperasi selama periode angkutan Lebaran, sehingga belum dapat dipastikan jumlah kapal yang benar-benar siap melayani penumpang.
Menurutnya, untuk pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Tulehu, operator yang beroperasi di pelabuhan Tulehu saat ini hanya PT Dharma Indah. Sementara pada lintasan di Pos Liang terdapat operator lain, yakni ASDP dan Panca Karya yang juga melayani penyeberangan.
Mira menjelaskan, saat ini terdapat sekitar lima kapal milik PT Dharma Indah yang melayani rute pelayaran dari Pelabuhan Tulehu menuju Amahai dan Saparua, maupun sebaliknya. Kapal-kapal tersebut dioperasikan secara bergantian untuk melayani mobilitas penumpang dan barang di wilayah tersebut.
Selain kapal ferry, tersedia pula sekitar unit kapal cepat yang juga dioperasikan secara bergantian untuk melayani rute penyeberangan yang sama. Namun, tidak semua kapal cepat tersebut beroperasi setiap hari karena sebagian disiapkan sebagai armada cadangan.
“Dari lima kapal cepat itu, ada yang disiapkan sebagai cadangan, terutama untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada H-3 Lebaran agar tidak ada penumpang yang tertinggal di pelabuhan,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan pemerintah pusat yang dilakukan secara daring, masa posko Angkutan Lebaran 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Dalam rangka persiapan tersebut, UPP Tulehu juga akan menggelar rapat internal pada Senin dan rapat bersama para pemangku kepentingan pada Selasa mendatang.
Untuk sementara, pihak pelabuhan masih mengandalkan armada yang setiap hari beroperasi di Pelabuhan Tulehu. Meski demikian, satu kapal negara yakni KMP Kalawae juga telah disiagakan sebagai armada tambahan apabila terjadi lonjakan penumpang.
“KMP Kalawae ini juga dipersiapkan seperti pada masa Natal dan Tahun Baru sebelumnya. Jika ada penumpang yang tidak terangkut oleh kapal reguler, maka kapal negara ini bisa digunakan,” ujarnya.
Di sisi lain, pihak UPP Tulehu juga tengah menunggu kepastian terkait program mudik gratis. Hingga saat ini jadwal pelaksanaan maupun kuota penumpang untuk program tersebut masih menunggu penetapan lebih lanjut.
Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban selama arus mudik, UPP Tulehu telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, di antaranya kepolisian dari Polsek Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease serta tim Basarnas.
Pengawasan akan difokuskan pada penertiban penumpang agar menggunakan tiket sesuai dengan kapasitas tempat duduk yang tersedia di kapal. Hal ini dilakukan untuk mencegah penumpukan penumpang serta perebutan tempat duduk selama pelayaran.
“Kami berupaya agar seluruh penumpang dapat berlayar dengan aman dan nyaman. Penumpang diharapkan menggunakan tiket sesuai tempat duduk yang tertera agar perjalanan tetap tertib,” tandasnya.(*)





