RadarAmbon.id -PATUNG para Pahlawan Nasional dan tokoh Maluku yang terpahat pada tebing batu di Jalan Jenderal Sudirman, Tantui Atas, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, kini tampak memprihatinkan. Deretan patung yang dahulu menjadi simbol kebanggaan dan pengingat sejarah itu kini dibalut lumut hijau tebal akibat kurangnya perawatan dalam beberapa tahun terakhir. Keindahan dan nilai historis yang seharusnya terpancar justru tertutup oleh kondisi yang tidak lagi sedap dipandang.
Pantauan RadarAmbon.id Jumat (12/12/25) Tak hanya patung, fasilitas pendukung di area tersebut pun mengalami nasib serupa. Kolam air yang berada tepat di bawah tebing kini berwarna hijau pekat, menandakan air yang tak pernah dibersihkan. Tempat bersantai berhias ornamen Salawaku simbol kearifan lokal Maluku juga tampak memudar. Cat yang dulunya cerah kini terkelupas dan berubah menjadi warna kusam, membuat kawasan itu kehilangan daya tarik sebagai ruang publik yang nyaman.
Situasi ini kontras dengan upaya Pemerintah Kota Ambon yang sedang berfokus menjadikan kota ini sebagai wilayah yang bersih, cerdas, dan modern. Namun, berbagai simbol keindahan dan identitas lokal justru belum tersentuh perawatan yang memadai. Persoalan-persoalan kecil seperti ini, jika terus diabaikan, dapat merusak citra kota yang sedang dibangun.
Kondisi serupa juga terlihat pada road barrier atau pembatas jalan di sejumlah ruas penting, mulai dari pertigaan Pos Lantas SPBU Kebun Cengkih hingga Pos Lantas Mutiara Batu Merah, serta kawasan Tugu Fleksi hingga Jalan Telukabessy. Road barrier yang seharusnya menjadi penanda keselamatan itu kini kusam, dipenuhi debu, dan kehilangan warna aslinya. Semua ini menjadi sinyal bahwa perhatian serius terhadap detail kecil tetap penting demi menjaga wajah Kota Ambon tetap cantik dan tertata.(*)




