RadarAmbon.id – PROSES seleksi Sekolah Inspektur Polisi (SIP) 2026 di Polda Maluku disorot publik menyusul mencuatnya dugaan kejanggalan pada salah satu peserta. Seorang bintara, Bripka ST, dilaporkan tetap melaju ke tahapan seleksi berikutnya meski nilai tes psikologi yang diraih berada di bawah ambang kelulusan.
Informasi yang beredar menyebutkan, Bripka ST tidak hanya gagal memenuhi passing grade pada tes psikologi, tetapi juga tetap diperkenankan mengikuti ujian berbasis komputer. Kondisi ini memicu spekulasi adanya perlakuan khusus dalam proses seleksi calon perwira tersebut.
Menanggapi isu tersebut, Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Maluku, Kombes Pol Jemi Junaidi, menepis tudingan adanya praktik kecurangan. Ia mengakui nilai psikologi Bripka ST memang tidak memenuhi standar, namun kelulusan yang bersangkutan didasarkan pada jalur penghargaan.
“Pendidikan SIP merupakan bagian dari pengembangan karier. Dalam mekanismenya terdapat jalur penghargaan pimpinan. Bripka ST memperoleh penghargaan dari Kapolri, sehingga tetap dapat diluluskan,” ujar Kombes Jemi kepada wartawan di ruang kerja Kabid Humas Polda Maluku, Jumat (9/1/26).
Menurutnya, penilaian melalui jalur penghargaan merupakan kewenangan pimpinan yang dijalankan sesuai aturan dan mekanisme resmi yang berlaku di institusi Polri.
Kombes Jemi juga membantah kabar yang menyebut Bripka ST tidak mengikuti tahapan Tes Penelusuran Kepribadian (TPK). Ia menegaskan seluruh proses seleksi telah diikuti hingga tuntas, lengkap dengan administrasi kehadiran dan berita acara.
“Semua tahapan dijalani. Ada absensi dan berita acara pelaksanaan. Jadi isu bahwa yang bersangkutan tidak ikut TPK itu tidak benar,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi menegaskan bahwa seleksi SIP tetap berpegang pada prinsip BeTAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Prinsip tersebut, kata dia, menjadi landasan utama dalam menjaring calon perwira Polri yang profesional dan berintegritas.
“Seleksi dilakukan dengan pengawasan ketat, memberi kesempatan yang sama bagi seluruh peserta, serta menekankan integritas, kesiapan mental, dan fisik calon perwira Polri dalam mengabdi kepada masyarakat,” pungkasnya. (AAN)




