RadarAmbon.id – MENJELANG Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan April 2026, dinamika internal Partai Golkar di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) kian menghangat. Sejumlah nama mulai mencuat dalam bursa calon Ketua DPD Golkar Malra periode 2026–2031. Salah satunya adalah Mossad Kennedy Refra (MKR).
Kesiapan MKR maju dalam kontestasi tersebut disampaikan melalui Ketua Tim Suksesnya, Ericson Betaubun, dalam konferensi pers di Kamari Hotel, Minggu (15/2/2026). Menurut Ericson, pencalonan itu bukan sekadar langkah politik personal, melainkan bagian dari upaya konsolidasi dan pembaruan partai di tingkat daerah.
“MKR adalah kader Golkar dengan latar belakang profesional sebagai pengacara. Ia memiliki pengalaman menangani perkara di tingkat nasional maupun internasional. Komitmennya untuk membangun Maluku Tenggara menjadi dasar utama keikutsertaannya dalam Musda,” ujar Ericson.
Di internal partai, MKR tercatat memegang sejumlah posisi strategis. Ia menjabat sebagai Ketua Ormas MKGR Kabupaten Maluku Tenggara, Ketua DPP AMPI, Fungsionaris DPD Golkar Provinsi Maluku, serta Wakil Ketua Umum DPP AMKEI. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi pengurus DPP MKGR di tingkat pusat.
Menurut Ericson, rekam jejak organisasi tersebut menjadi modal penting dalam memimpin Golkar Malra. Ia menilai, kepemimpinan partai ke depan membutuhkan figur yang mampu menjembatani kepentingan struktural partai dengan dinamika sosial politik masyarakat.
Dalam garis besar programnya, MKR mengusung visi “Golkar Malra yang Maju, Solid, Profesional, Modern, dan Melayani Rakyat Menuju Kemenangan Pemilu.” Visi itu diterjemahkan ke dalam tiga agenda utama: modernisasi, konsolidasi, dan kemenangan elektoral.
Modernisasi partai diarahkan pada pembenahan tata kelola organisasi berbasis digital, termasuk optimalisasi media sosial dan sistem informasi internal. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan komunikasi politik sekaligus memperkuat citra partai di kalangan pemilih muda.
Adapun konsolidasi difokuskan pada penguatan struktur dan kapasitas kader, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan. Menurut timnya, soliditas organisasi menjadi prasyarat utama untuk membangun mesin politik yang efektif.
Sementara dalam aspek elektoral, MKR menargetkan peningkatan perolehan kursi DPRD Kabupaten dari dua kursi menjadi lima kursi pada pemilu mendatang. Selain mempertahankan satu kursi DPRD Provinsi, Golkar Malra juga diharapkan berkontribusi pada penguatan dukungan untuk kursi DPR RI serta berperan aktif dalam Pilkada Kabupaten Maluku Tenggara dan Pilkada Provinsi Maluku.
Ericson menyebut Musda 2026 sebagai momentum refleksi sekaligus kebangkitan partai di Malra. “Ini bukan semata perebutan posisi. Ini tentang bagaimana Golkar Malra mampu berbenah dan kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan,” katanya.
Kontestasi menuju Musda diperkirakan akan berlangsung dinamis. Selain faktor elektoral, arah kepemimpinan baru juga dinilai akan menentukan posisi Golkar dalam peta politik Maluku Tenggara lima tahun ke depan.(MHS)





