Kisah Pak Alex dari Karyawan Hingga Menjadi Pimpinan BNI Ambon

  • Bagikan
KUNJUNGAN IDUL FITRI: Pimpinan BNI Kantor Cabang Utama (KCU) Ambon Pak Alexander R.Naping (tiga dari kiri) melakukan kunjungan silaturahmi dalam rangkaian Hari Raya Idul Fitri 1447 H ke sejumlah rumah para karyawan dan staf BNI Ambon di Kawasan Kebun Cengkeh, Batumerah, Ambon. Ia didampingi Wakil Pimpinan BNI KCU Ambon Pak Suprianto, dan para staf yakni Marlyn Pattiwaellapia, Relyanti Matmey, dan Novalin Revallo, Sabtu, (21/3/26).

RadarAmbon.id – INI adalah kisah seorang bankir bernama Alexander R Naping. Ia termasuk sedikit di antara pegawai bank yang memulai kariernya dari seorang karyawan hingga menjadi kepala bank plat merah sebagai Pimpinan BNI Kantor Cabang Utama (KCU) Ambon.

Cerita sukses itu tanpa sengaja diutarakan oleh Pak Alex saat kunjungan bersama timnya untuk acara silaturahmi mengunjungi sejumlah tempat kediaman para staf/karyawan BNI Ambon dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Sabtu, (21/3/26).

Saat mendatangi salah satu kediaman stafnya yang tak lain putera Pak Ibrahim bernama Fazlur Fauzan salah satu staf di BNI Ambon, itu Pak Alex menuturkan kisah pengalamannya itu.

Ikut mendampingi Pak Alex hari itu yakni Wakil Pimpinan BNI KCU Ambon Pak Suprianto, staf Marlyn Pattiwaellapia, Relyanti Matmey, dan Novalin Revallo.

Kedatangan silaturahmi Pak Alex dan staf di hari nan fitri ini tentu membanggakan keluarga Pak Ibrahim. Sebab, di kesempatan silaturahmi itulah dia bisa berbagi cerita tentang kisah sukses dan pengalamannya dalam kariernya sebagai bankir di BNI.

Sebagai seorang yang berkarier di perbankan, Pak Alex ternyata bukan orang baru di BNI. Kali pertama ia memulai kariernya itu sejak ditempatkan di BNI Cabang Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, pada 1995.

“Sejak saat itu saya sudah menjadi pegawai BNI di Tobelo. Di sana untuk kali pertama saya ditempatkan menjadi karyawan bank,” ujarnya.

Putera terbaik berdarah Nusa Tenggara Timur (NTT) kelahiran Kota Makassar ini ternyata telah lama berkeliling di sejumlah kota. Dari seorang karyawan hingga menjadi Pimpinan BNI KCU Ambon. “Di Ambon saya baru tiga tahun bertugas sebagai pimpinan,” ujarnya.

Diawali dari ujung utara Jazirah Halmahera di Tobelo, kemudian Parepare, Polewali, dan Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan. Dari Makassar ia kemudian ditugaskan menjadi bos pada BNI Cabang Ambon.

Dari Tobelo ia punya banyak pengalaman. Dari sinilah untuk kali pertama ia dipercaya membuka kantor cabang pembantu BNI di Kecamatan Galela. Tetangga Tobelo.

Ternyata sebagai bankir ia bukan orang baru di Galela. Meskipun telah lama setelah 31 tahun meninggalkan tugas di sana dia masih ingat nama kecamatan yang berada di ujung utara Pulau Halmahera itu.

Maklum, ketika ia dipercaya sebagai kepala BNI cabang pembantu — kala itu di Kecamatan Galela sedang memasuki masa kejayaannya. Maklum saat yang sama telah beroperasi perusahaan pabrik pisang Calvandis di bawah payung PT.Sinar Mas Grup milik taipan Eka Tjipta Wijaya, itu.

Inilah pabrik pisang terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Mindanao, Philipina, hingga mengundang ribuan tenaga kerja dan membuat miliaran uang berputar di sana.

Saat itulah Pak Alex mengenal dekat Galela dengan aneka panoramanya. Pantai, laut, danau, dan Gunung Tarakani. Ia juga masih ingat dermaga laut tempat dimana pisang Calvandis diekspor ke mancanegara dari Pelabuhan Galela itu.

Pun nama pengusaha keturunan Cina bermarga Ko Tjun, Pak Affan Ando dll. “Saya tahu karena kantor cabang pembantu kami BNI di Galela itu tak jauh dengan tempat tinggal mereka,” ujarnya.

Ko Tjun yang dimaksud tentu adalah pengusaha keturunan yang sudah lama beranak-pinak menetap di Galela.

Pengusaha hasil bumi dan kopra ini punya andil membantu masyarakat bahkan tak sedikit dari tangan keluarga keturunan inilah ikut berperan membiayai dengan sistem simpan pinjam hingga membuat putera-putri warga Galela menjadi orang sukses.

Ternyata Pak Alex juga tahu kalau di kampung ini juga ada seorang bankir bernama Pak H. Affan Ando. Alumni FEKON UNHAS ini tak lain senior Pak Alex di BNI.

“Saat itu beliau bertugas di Parepare dan saya sebagai staf. Saya tahu kalau beliau orang Galela. Rumahnya dari arah Ko Tjun lalu belok ke kanan di situ rumah Pak Affan,” ujar Pak Alex, ketawa.

Dari pengalamannya sebagai bankir ia tak ketinggalan mengetahui iklim usaha dan ekonomi tempat dimana ia bertugas. Dia juga mengaku punya hubungan baik dengan sejumlah kalangan penting.

Ia merasa roda perekonomian di Tobelo jauh sebelum dimekarkan sebagai ibukota Kabupaten Halmahera Utara 1999 iklim usaha dan perdagangan di kota ini sudah berkembang baik.

“Kalau sekarang setelah dimekarkan dan menjadi ibukota Kabupaten Halmahera Utara tentu iklim ekonomi di Tobelo sudah jauh lebih baik lagi,” ujarnya. (DIB)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *