Ketua TKBM Ambon Minta Maaf Atas Insiden di Pelabuhan Yosudarso

  • Bagikan

RadarAmbon.id – KETUA Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Ambon, H. Rawidin Ode, menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada General Manager (GM) PT Pelni Cabang Ambon atas insiden yang terjadi di areal Pelabuhan Yosudarso Ambon, Senin (12/1/2026).

Rawidin menjelaskan, pascakejadian tersebut pihak Pelni bersama Pelindo telah mendatangi dirinya sekitar pukul 10.00 WIT untuk menyampaikan kronologi kejadian di lapangan. Menindaklanjuti laporan tersebut, ia selaku ketua koperasi langsung mengambil sikap tegas.

“Apabila ada anggota TKBM yang melakukan tindakan anarkis atau bertindak di luar ketentuan, maka pengurus akan mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku di Koperasi TKBM Pelabuhan Ambon,” tegas Rawidin, Selasa (13/1/26).

Ia menegaskan, pihaknya tidak menginginkan adanya tindakan anarkis di lingkungan pelabuhan karena pelabuhan merupakan objek vital yang harus dijaga bersama demi keamanan dan kenyamanan semua pihak.

Rawidin juga mengimbau agar seluruh pihak, termasuk Pelindo, Pelni, dan TKBM, terus memperkuat koordinasi demi menjaga situasi Pelabuhan Yosudarso tetap aman dan kondusif. “Mari kita sama-sama menjaga Ambon, khususnya pelabuhan, agar tetap aman dan damai,” ujarnya.

Terkait isu adanya kekerasan fisik dalam insiden tersebut, Rawidin membantah adanya pemukulan. Menurutnya, kejadian itu dipicu oleh keterlambatan sejumlah buruh yang berupaya naik ke kapal secara mandiri.

“Tidak ada pemukulan, tidak ada luka, dan tidak ditemukan bekas-bekas kekerasan. Mungkin hanya ada ketegangan di lapangan, tetapi itu tidak sampai pada tindakan penganiayaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengurus TKBM telah mengambil langkah-langkah evaluatif dan pengawasan lebih ketat terhadap anggota yang bertugas di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Sekali lagi saya atas nama pengurus TKBM Ambon menyampaikan permohonan maaf kepada Pelni, Pelindo, dan semua pihak terkait. Kami akan berupaya agar ke depan pelayanan dan pengamanan di pelabuhan jauh lebih baik,” pungkas Rawidin, sembari menambahkan tengah dilakukan upaya pembinaan kepada oknum buruh yang terlibat, jika tidak mengindakan atau mengulangi perbuatannya maka atribut bersangkutan akan dicabut.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *