RadarAmbon.id – SEORANG konsumen bernama AN mengeluhkan dugaan praktik pelayanan tidak profesional oleh oknum tukang servis di Toko Bintang yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Urimesing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.
Keluhan ini disampaikan kepada media pada Kamis (11/12/25) setelah ia merasa dirugikan dalam proses perbaikan HP milik istrinya.
Menurut AN, kejadian bermula pekan lalu, ketika ia membawa iPhone 11 yang rusak untuk diperbaiki. Pada pemeriksaan awal, tukang servis mengklaim terdapat gangguan pada RAM dan menyarankan peningkatan kapasitas dengan biaya Rp1,2 juta. Namun setelah dicek ulang, oknum tersebut kembali menyampaikan bahwa selain RAM juga terjadi kerusakan pada board sehingga tukang service itu meminta tambahan biaya menjadi Rp 1,5 juta.
“Dia bilang alat pesan dulu, baru datang satu minggu kemudian. Selasa kemarin dia WA saya lagi, tiba-tiba bilang bukan RAM dan Board saja yang rusak tapi, CPU juga kena. Nah kerusakan CPU ini baru disampaikan belakangan kepada kami, “jelas Anwar.
Yang semakin mencurigakan, oknum tukang servis meminta agar pembayaran biaya perbaikan HP dilakukan di luar toko, bukan melalui kasir Toko Bintang.
“Saya langsung curiga. Ada apa sampai transaksi harus di luar toko?” tegasnya.
Merasa tidak transparan dan rawan penipuan, Anwar akhirnya meminta HP dikembalikan tanpa jadi diperbaiki. Namun ia kembali dibuat kecewa karena perangkat yang dikembalikan ternyata tidak utuh, dengan salah satu pengait baterai hilang.
“Kami merasa dirugikan. Pelayanan seperti ini tidak bisa dibiarkan. Saya minta warga lebih hati-hati jika memperbaiki HP di Toko Bintang, karena ulah oknum tukang servis seperti ini bisa merugikan banyak orang,” ujarnya kesal.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Toko Bintang belum memberikan klarifikasi terkait keluhan konsumen tersebut.(*)




