RadarAmbon.id – SALAH satu tokoh Maluku, Rauf Pelu, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, atas berbagai capaian pembangunan yang dinilai nyata, cepat, dan merata di wilayah tersebut.
Apresiasi itu disampaikan Pelu berdasarkan pengamatan langsung di lapangan saat dirinya melakukan lawatan ke Kabupaten Maluku Tenggara pada pekan lalu. Hal tersebut ia sampaikan kepada awak media, Senin (12/1/2026).

Menurut Pelu, kinerja Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara selama lima tahun pada periode pertama kepemimpinan Bupati M. Thaher Hanubun menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Memasuki tahun keenam atau tahun pertama periode kedua, capaian pembangunan tersebut dinilai semakin terlihat dan dirasakan masyarakat.
“Periode pertama lima tahun itu sangat luar biasa. Salah satu indikatornya adalah raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang berhasil diraih sebanyak lima kali hingga tahun 2024. Ini capaian besar, namun sayangnya luput dari pemberitaan media,” ujar alumni Fakultas Hukum Universitas Darussalam Ambon ini.
Selain tata kelola keuangan, Pelu juga menyoroti pembangunan infrastruktur yang masif, mulai dari peningkatan kualitas jalan hingga pembangunan fasilitas keagamaan. Ia menegaskan bahwa pembangunan dilakukan secara adil tanpa membedakan latar belakang agama.
“Tempat ibadah dibangun merata, baik masjid maupun gereja Protestan dan Katolik. Jumlahnya belasan hingga hampir 20 unit. Ini menunjukkan bahwa Bupati membangun dengan prinsip kepemimpinan yang inklusif, tidak melihat perbedaan agama,” katanya.
Pelu menambahkan, kondisi infrastruktur jalan dan fasilitas umum di Maluku Tenggara saat ini dinilai jauh lebih baik dan tertata dibandingkan sejumlah daerah lain. Pemerataan pembangunan, menurutnya, berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi peran langsung Bupati M. Thaher Hanubun dalam menangani berbagai konflik yang sempat terjadi di daerah tersebut. Setiap persoalan, kata Pelu, diselesaikan secara langsung di lapangan sebagai bentuk tanggung jawab dan kepemimpinan.
“Konflik itu musibah, tidak ada yang menginginkan. Tapi yang patut diapresiasi, Bupati turun langsung menyelesaikan konflik dan memastikan pembangunan tetap berjalan. Ini menciptakan suasana damai yang nyata dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pelu menilai Maluku Tenggara memiliki potensi besar sebagai gerbang pariwisata kawasan timur Indonesia. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan lebih maksimal.
“Pembangunan di Maluku Tenggara seharusnya mendapat dukungan kuat dari pemerintah pusat, tidak hanya dibebankan kepada pemerintah kabupaten dan provinsi,” tuturnya.
Sebagai tokoh Maluku, Pelu berharap capaian dan gaya kepemimpinan Bupati M. Thaher Hanubun dapat menjadi contoh bagi kepala daerah lain dalam membangun daerah secara adil, inklusif, dan berorientasi pada perdamaian serta kesejahteraan masyarakat.(*)




