RadarAmbon.id – KAPAL penangkap cumi KM Indo Perkasa 03 dilaporkan tenggelam di perairan Kepulauan Aru, Maluku, setelah dihantam gelombang tinggi dan angin kencang, Selasa (3/2/2026). Dalam peristiwa tersebut, sembilan Anak Buah Kapal (ABK) berhasil diselamatkan, sementara tujuh ABK lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
Hingga Rabu (4/2/2026), Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap para korban yang belum ditemukan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, KM Indo Perkasa 03 bertolak dari Pulau Wasir Utara, Kabupaten Kepulauan Aru, pada Senin (2/2/2026) dini hari. Saat kapal berada di tengah perairan, cuaca tiba-tiba memburuk pada Selasa pagi sekitar pukul 07.00 WIT, ditandai dengan angin kencang dan gelombang tinggi.
Sekitar satu jam kemudian, pukul 08.00 WIT, kapal mulai kemasukan air hingga akhirnya tenggelam. Nahkoda bersama seluruh ABK segera melakukan evakuasi darurat serta meminta pertolongan melalui komunikasi radio.
Sekitar pukul 10.00 WIT, kapal KM Bahtera Nuh yang melintas di sekitar lokasi kejadian berhasil mengevakuasi sembilan ABK dalam kondisi selamat.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, Muhamad Arafah, membenarkan peristiwa kecelakaan laut tersebut. Ia menyatakan bahwa tujuh ABK lainnya masih dalam proses pencarian.
“Betul, sementara masih dalam pencarian,” ujar Muhamad Arafah kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Rabu (4/2/2026).(AAN)




