Kadis Pendidikan Lepas 9 Siswa SMK MUDAN Kontingen OLIMPICAD VIII di Makassar

  • Bagikan
Kabid GTK Jefikz Berhitu saat akan memasang tanda peserta kepada siswa SMK Muhammadiyah Ambon kontingen OLIMPICAD VIII, Rabu, 4 Februari 2026

RadarAmbon.id – KEPALA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. Sarlota Singerin, yang diwakili Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Jefikz Berhitu, secara resmimelepas sembilan siswa SMK Muhammadiyah Ambon (SMK MUDAN) yang tergabung dalam Kontingen Olimpiade Ahmad Dahlan (OLIMPICAD) VIII di Kota Makassar.

Kegiatan pelepasan yang berlangsung di Aula SMK Muhammadiyah Ambon tersebut ditandai dengan penyematan tanda peserta dan dilaksanakan pada Rabu (4/2/2026). Ajang OLIMPICAD VIII
dijadwalkan berlangsung pada 12–14 Februari 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Jefikz Berhitu menyampaikan apresiasi pemerintah daerah terhadap peran sekolah swasta, khususnya sekolah-sekolah yang diselenggarakan oleh organisasi keagamaan, dalam mendukung pembangunan pendidikan di Maluku.

“Pemerintah sangat menyadari peran besar sekolah swasta, termasuk Muhammadiyah, yang sejak sebelum Indonesia merdeka telah berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa. Kolaborasi antara pemerintah dan penyelenggara pendidikan masyarakat menjadi hal yang sangat penting,” ujar Berhitu.

Ia juga menyinggung tantangan pendidikan kejuruan di Maluku yang masih terbatas dari sisi industri. Namun demikian, menurutnya, SMK harus mampu menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja di daerah, tetapi juga memiliki peluang kerja secara nasional hingga internasional.

“Dengan kondisi industri di Maluku yang terbatas, diperlukan terobosan dan visi global. Persiapan lulusan untuk bekerja di luar daerah bahkan luar negeri menjadi salah satu solusi strategis,” katanya.

Sebagai perwakilan Kepala Dinas Pendidikan, Berhitu turut mengapresiasi manajemen dan kepemimpinan SMK Muhammadiyah Ambon yang dinilainya memiliki pola pikir maju dan visioner
dalam menyiapkan lulusan yang berdaya saing.

Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan akan terus mendukung kebutuhan sekolah, termasuk penguatan sarana prasarana, revitalisasi, serta peningkatan kualitas pembelajaran, sepanjang sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

“Keikutsertaan siswa dalam OLIMPICAD ini bukan sesuatu yang instan, tetapi hasil dari proses panjang, disiplin latihan, bimbingan guru, serta dukungan orang tua. Kompetisi ini bukan semata mengejar prestasi, tetapi juga membentuk karakter, sportivitas, kejujuran, kerja sama, dan mental juang,” tambahnya.

Berhitu juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga kesehatan, keselamatan, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga nama baik sekolah, Muhammadiyah, dan Provinsi Maluku selama mengikuti kompetisi.

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku, Abdullah Marasabessy, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan Dinas Pendidikan dan keterlibatan berbagai pihak dalam pelepasan kontingen OLIMPICAD.

Ia mengungkapkan bahwa total peserta OLIMPICAD VIII asal Maluku berjumlah 79 orang, terdiri atas 78 siswa dan satu guru, yang berasal dari 65 sekolah Muhammadiyah se-Provinsi Maluku.

“Menariknya, hampir 99 persen peserta OLIMPICAD tahun ini didominasi oleh siswa. Ini menunjukkan keberhasilan para guru dalam membina dan menyiapkan peserta didik yang kompeten dan siap bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala SMK Muhammadiyah Ambon, Jafar Sidik, menjelaskan bahwa siswa-siswa yang diberangkatkan merupakan hasil dari proses pembinaan jangka panjang yang
menekankan penguatan karakter, akhlak, kompetensi keahlian, serta kemampuan komunikasi.

“SMK Muhammadiyah menerima siswa dari berbagai latar belakang. Kami fokus membentuk karakter, moral, dan kompetensi. Penguasaan keahlian substantif kami targetkan maksimal satu setengah tahun, sisanya diisi dengan penguatan keterampilan tambahan seperti bahasa asing,” jelas Jafar.

Ia menambahkan, SMK Muhammadiyah Ambon saat ini telah membuka kelas bahasa Jepang dan bahasa Inggris sebagai bagian dari program internasionalisasi lulusan. Bahkan, sejumlah siswa telah dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan dan bekerja di Jepang serta Australia.

Namun demikian, Jafar Sidik juga berharap adanya perhatian pemerintah daerah terhadap pemenuhan sarana dan prasarana pendukung, seperti laboratorium komputer dan ruang praktik siswa (RPS), guna menunjang pembelajaran berbasis kompetensi.

“Kami berharap proposal yang telah diajukan dapat mendapat atensi, sehingga kebutuhan sarana pembelajaran dapat diprioritaskan dalam perencanaan anggaran daerah,” pungkasnya.

Kesembilan siswa itu yakni, Savina Sampulawa, Aditya Rahman, Ilham Akhwal Lamade, Abil Azhar Dial, Afiq Fatih Jalaludin Samal, Fitri Sakina Litiloly, Fadlan dan Fatur Rahman Simuna, mereka
akan mengikuti bidang lomba, story telling, news reading, desain website penerapan coding dan Musabaqoh Hifdzil Qur’an.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *