Ihwal Dugaan Telur Palsu, Kadis Ketapang: Saya Belum Tahu

  • Bagikan
Faradilla Attamimi

RadarAmbon.id – INFORMASI dugaan peredaran telur palsu yang disebut-sebut ditemukan di sejumlah wilayah Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, ternyata belum diketahui oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Maluku, Faradilla Attamimi.

Padahal, isu tersebut telah lebih dahulu ramai diperbincangkan di media sosial setelah diunggah oleh warga setempat dan memicu keresahan publik, mengingat telur merupakan salah satu bahan pangan pokok yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.

Upaya konfirmasi yang dilakukan RadarAmbon.id dengan mendatangi langsung Kantor Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku di Islamic Center, Selasa (20/1/2026), tidak membuahkan penjelasan substantif. Setelah menyampaikan maksud kedatangan kepada sekretaris Kadis Ketapang untuk meminta tanggapan resmi, sekretaris kemudian menemui Kepala Dinas.

Namun, beberapa saat kemudian, sekretaris kembali dengan menyampaikan bahwa Kepala Dinas belum dapat memberikan keterangan karena belum mengetahui adanya informasi dugaan telur palsu tersebut.

Jawaban tersebut menimbulkan tanda tanya, mengingat informasi yang beredar telah menjadi konsumsi publik selama dua hari dan menyangkut isu krusial di sektor pangan. Sebagai instansi yang memiliki kewenangan dalam pengawasan keamanan dan mutu pangan segar, Dinas Ketahanan Pangan sejatinya berada di garda terdepan dalam merespons isu-isu yang berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat.

Secara fungsi, Dinas Ketahanan Pangan memiliki tugas melakukan pengawasan pangan segar asal hewan, termasuk telur, memastikan kelayakan konsumsi, serta melakukan pengambilan sampel dan koordinasi uji laboratorium bersama instansi teknis seperti BPOM, Dinas Kesehatan, dan Dinas Peternakan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku terkait langkah klarifikasi, pengambilan sampel, maupun koordinasi lintas instansi menyusul beredarnya dugaan telur palsu tersebut.

Situasi ini memunculkan sorotan publik terhadap kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam merespons isu pangan strategis yang menyentuh langsung hajat hidup orang banyak. Masyarakat pun berharap adanya penjelasan resmi dan langkah cepat guna memastikan keamanan pangan serta mencegah kepanikan di tengah masyarakat.

Sementara itu, aspek peredaran dan distribusi telur di pasar berada dalam pengawasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), yang bertanggung jawab melakukan monitoring pasar, perlindungan konsumen, serta penelusuran rantai distribusi apabila ditemukan dugaan pelanggaran.

Sayangnya pihak Dinas Perindustrian yang dikonfirmasi ihwal dugaan temuan telur palsu itu, meminta media untuk melakukan konfirmasi langsung ke Dinas Pertanian Provinsi Maluku Bidang Peternakan.Padahal, agenda konfirmasi RadarAmbon.id berkaitan dengan rantai distribusi yang menjadi kewenangan Disperindag.

Parahnya, pihak Disperindag meminta media ini untuk menggali informasi mendalam untuk mengetahui alur distribusi sehingga Disperindag dapat mengambil langkah-langkah.”Kami bukan tidak mau bekerja. Tapi kami harus bekerja sesuai dengan tupoksi. Jadi kalau ada informasi misalnya telur itu alur distribusinya dari Kota Ambon maka kita akan langsung menyikapinya. Jadi mungkin bisa dicari tahu lagi,”ujar salah satu Pegawai Disperindag Maluku

Ia mengaku,jalur masuk perdagangan pulau Banda itu ada dua selain dari Kota Ambon, juga bisa langsung dari Surabaya melalui kapal putih.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *