RadarAmbon.id – DEWAN Pimpinan Pusat (DPP) Hetu Jazira menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Gubernur Maluku dalam memfasilitasi perdamaian antara masyarakat Negeri Hitu dan Morela. Upaya tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meredam konflik serta menjaga stabilitas sosial di wilayah Maluku termasuk Jazirah Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.
Juru Bicara DPP Hetu Jazirah, Rauf Pelu, mengatakan pihaknya mengapresiasi sikap dan kebijakan Gubernur Maluku yang berinisiatif mempertemukan para tokoh adat dan pemerintah negeri guna menyelesaikan persoalan yang sempat memicu ketegangan di wilayah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Pelu usai menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku yang juga Ketua Umum Hetu Jazirah, Achmad Jais Ely, di kediamannya di Waiheru, Kota Ambon, Jumat (6/3/2026).
Menurut Pelu, DPP Hetu Jazirah pada prinsipnya tetap mendukung setiap kebijakan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, khususnya dalam upaya menyelesaikan konflik yang terjadi terutama di wilayah Jazirah Leihitu.
“Pada prinsipnya DPP Hetu Jazirah tetap mendukung kebijakan Gubernur Maluku. Kami sangat mengapresiasi langkah beliau yang memfasilitasi pertemuan para raja dan tokoh masyarakat untuk menghentikan konflik yang terjadi,” ujarnya.
Pelu menambahkan, dalam pertemuan bersama para raja tersebut yang juga dihadiri Dir Bimas Polda Maluku Kombespol Hujrah Soumena sekaligus Upu Pasalo’o, Gubernur Maluku juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk membantu pemulihan pascakonflik, termasuk pembangunan kembali rumah warga yang mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
“Gubernur telah menyampaikan bahwa rumah-rumah warga yang terbakar atau rusak akan diperbaiki oleh pemerintah daerah. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memulihkan kondisi masyarakat,” katanya.
Hetu Jazirah kata Pelu,juga akan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak konflik antara Hitu dan Morela.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian masyarakat Jazirah terhadap sesama warga yang tertimpa musibah.
“Dalam satu atau dua hari ke depan, masyarakat yang terdampak konflik akan menerima bantuan. Bantuan ini merupakan inisiatif langsung dari Ketua Hetu Jazirah sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian antar-anak Jazirah,” jelasnya.
Terkait beredarnya isu yang menyudutkan Gubernur Maluku dengan tudingan bahwa ia membenci umat Islam, Pelu menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan.
Ia meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas pihak-pihak yang menyebarkan informasi yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.
“Kami menilai isu tersebut sangat sesat. Karena itu kami berharap aparat kepolisian dapat menindak tegas oknum-oknum yang menyebarkan informasi yang tidak benar dan berpotensi memecah belah masyarakat,” tegas Pelu.(*)





