RadarAmbon.id – SEORANG Warga Negara Indonesia (WNI) asal Maluku berinisial D yang bekerja di Uni Emirat Arab (UEA) mengaku sempat merasakan getaran keras saat melaksanakan salat tarawih di Kota Kalba kota yang dekat dengan Dubai City.
Dalam wawancara via seluler dengan RadarAmbon.id, Minggu Malam, (1/3/26) WNI yang saat ini bekerja di Kalba itu menuturkan, dentuman keras terdengar sebanyak dua kali dan disertai getaran yang cukup dahsyat.
“Saat salat tarawih, terdengar dua kali dentuman keras dan terasa getaran kuat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, hingga pukul 14.40 waktu setempat atau sekitar pukul 20.00 WIT, tidak terdengar lagi dentuman lanjutan. Meski demikian, rasa tegang masih dirasakan.
Menurutnya, pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah Al Dhafra berada tidak terlalu jauh dari pusat kota.
WNI tersebut juga mengaku telah mengikuti imbauan dari KJRI Abu Dhabi dengan mengisi tautan pendataan yang dibagikan kepada seluruh WNI di UEA.
“Sejauh ini belum ada informasi evakuasi. KBRI dan KJRI mengimbau agar WNI memvalidasi informasi dan tidak menimbulkan kepanikan, termasuk membatasi akses media sosial,” katanya.
Ia menambahkan, dua kali guncangan akibat rudal yang jatuh di kawasan Al Dhafra sekitar dua jam perjalanan dari Kalba terasa seperti gempa berkekuatan besarbesar. Rumah tempat ia tinggal bergetar kencang.
“Kondisi sekarang masih aman, tapi sebagai warga negara Indonesia rasa takut dan tegang masih menyelimuti perasaan saya,” pungkasnya.(*)





