PERANG yang terjadi di Timur Tengah saat ini mengingatkan kita di daerah sebagai early warning (peringatan dini) agar selalu menjaga keharmonisan terhadap situasi keamanan. Sebab apa yang terjadi pada perang antara AS-Israel vs Iran telah merembes hingga membuat situasi keamanan kurang menguntungkan baik dalam skala global, nasional hingga daerah.
Situasi tidak menguntungkan itu boleh jadi bisa menjadi trigger atau pemicu apalagi saat ini sudah ada 2.300 korban jiwa diikuti harga minyak mencapai 130 ribu per barel akibat perang di Semenanjung Timur Tengah tersebut. Jika diikuti penutupan Selat Hormuz tidak menutup kemungkinan dampak ekonominya akan jauh lebih besar dan juga merembet kita di daerah.
Yang menyampaikan itu tentu bukan sembarang orang tapi Kepala Badan Intelijen Daerah (KABINDA) Maluku Marsma TNI R. Harys Soeryo Mahendro, M.M, Selasa, (17/3/26).
Ia memang diundang dan memberikan kata pengantar sekaligus mewakili FORKOPIMDA Maluku pada acara buka puasa bersama pimpinan Ormas dan pimpinan OKP yang diinisiasi oleh Dewan Masjid Indonesia Maluku, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia Maluku, dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Provinsi Maluku.
Acara buka puasa bersama yang diadakan di kediaman Sekda Provinsi Maluku Sadali Lie, Karpan, Ambon, itu sekaligus bagian dari momentum peringatan Nuzulul Qur’an 1447H, dengan tema: “Safari Dakwah Nuzulul Quran; Kuatkan Ukhuwah, Satu Hati, Satu Ramadhan, Menebar Kebaikan dalam Keberagaman.”
Duduk di deretan kursi depan selain Sekda Maluku dan KABINDA Maluku, juga ada Pangdam XV Pattimura Mayjen Putranto Gatot Sri Handoyo, Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H, Rektor UIN Ambon Dr.Abidin Wakano, M.Ag, Ketua Wilayah Muhammadiyah Maluku Dr.H.M.Taib Hansouw, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Persatuan Islam (PERSIS) Maluku Ustaz Ahmad Nurdin, Ketua ICMI Maluku Dr.Ruslan Tawari, Sekretaris PW Dewan Masjid Maluku Husain Marasabessy, Ketua DPW BKPRMI Maluku Ahmad Ilham Sipahutar, dan sejumlah anggota dan pengurus OKP.
KABINDA Maluku mengatakan, efek perang di Timur Tengah itu juga tak luput diikuti oleh desakan dari banyak pihak di Indonesia yang menghendaki agar Presiden Prabowo Subianto yang ikut menandatangani dalam Forum Dewan Perdamaian untuk Gaza, Palestina, Board of Peace (BoP) sebuah organisasi internasional yang diinisiasi oleh Presiden AS Donal Trump, keluar dari lembaga tersebut karena mereka merasa ada ketidakadilan setelah diikuti penyerangan ke Iran oleh AS-Israel hingga berujung perang sampai saat ini.
“Mereka beralasan, mengapa setelah ada BoP dimana di dalamnya ada AS-Israel juteru ikut menyerang Iran. Desakan umat Islam dan tokoh-tokoh muslim itu tentu harus kita sikapi dengan hati-hati,” ujarnya.
Ia mengigatkan agar kita di daerah menjaga situasi keamanan di tengah penolakan BoP karena dinilai kontraproduktif itu.
Bersamaan memasuki masa perayaan Hari Raya Idul Fitri, Hari Nyepi dan hari ibadah umat Kristiani Jenderal Mahendro mengajak semua pihak di Maluku agar senantiasa menjaga keharmonisan antarsesama.
“Karena hampir bersamaan ada malam takbiran juga ada Hari Nyepi. Mari kita sama-sama menjaga situasi keamanan dan keharmonisan di antara kita,” ujarnya.
Harapan yang sama juga disampaikan Rektor UIN AM.Sangadji Ambon Dr.Abidin Wakano.
Dia mengatakan, menghadapi perang yang terjadi di Timur Tengah saat ini di antara kita harus selalu menjaga solidaritas antarsesama yang menjadi ciri khas kehidupan “Orang Basudara” di tanah Maluku.
Salah satu cara terbaik yakni kita semua harus menyatukan barisan serta merapatkan shaf-shaf dengan cara memperkuat silaturahmi.
“Kalau kita tidak saudara dalam seiman maka kita adalah bagian dari saudara dalam kemanusiaan,” ujar Dr.Abidin Wakano yang juga adalah Wakil Ketua NU Maluku, itu.(DIB)





