Soal Telur Palsu, Kadinkes: Proses Uji Lab Butuh Waktu

  • Bagikan
Dr. Yang Aslian Noor

RadarAmbon.id – PEMERINTAH Provinsi Maluku masih menanti hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan peredaran telur palsu yang ditemukan di Pulau Ay, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Proses pengujian disebut membutuhkan waktu karena harus dilakukan sesuai standar dan prosedur yang berlaku.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Yan Aslian Noor, mengatakan hingga kini hasil uji laboratorium terhadap sampel telur tersebut belum diterima pihaknya.

“Masih dalam proses, hasilnya belum keluar,” ujar dr. Yan saat ditemui di Ambon, Selasa (3/2/2026).

Ia menegaskan, lamanya waktu pemeriksaan bukan disebabkan oleh kelalaian, melainkan karena tahapan uji laboratorium harus dijalankan secara cermat agar hasilnya akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Ini bukan soal lambat, tapi memang mekanisme pemeriksaan seperti itu. Tidak bisa dipercepat sembarangan karena semuanya harus mengikuti prosedur,” jelasnya.

Dinas Kesehatan berharap hasil uji laboratorium dapat segera diperoleh sehingga pemerintah memiliki dasar yang kuat untuk menentukan langkah lanjutan terkait temuan tersebut.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat hasilnya sudah ada, nanti kita tindak lanjuti sesuai kewenangan,” katanya.

Dugaan peredaran telur palsu di Pulau Ay sebelumnya menjadi perhatian publik setelah informasi tersebut beredar luas di media sosial pada Januari 2026. Kabar itu memicu keresahan masyarakat setempat.

Menindaklanjuti informasi tersebut, aparat kepolisian bersama dinas terkait langsung turun ke lapangan. Polisi mengamankan sejumlah telur yang diduga palsu serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi, baik dari warga Desa Pulau Ay maupun pemilik kios yang diduga menjual telur tersebut.

Hingga kini, proses penyelidikan masih berjalan sembari menunggu hasil resmi uji laboratorium sebagai dasar penentuan status temuan tersebut.(*)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *