RadarAmbon.id – PEMBIMBING Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Ria Anis Purwaningrum, menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan pendidikan agama Buddha di Maluku. Hal tersebut disampaikan Ria Anis kepada wartawan, Selasa (3/2/26).
Ia menjelaskan, fokus utama Pembimas Buddha pada awal tahun 2026 adalah sektor pendidikan, khususnya bagi siswa beragama Buddha yang menempuh pendidikan di sekolah umum maupun anak usia sekolah yang belum mengenyam pendidikan formal.
“Target utama kami di tahun 2026 adalah pendidikan. Terutama menyasar siswa-siswa beragama Buddha, baik yang bersekolah di sekolah umum maupun anak-anak usia sekolah yang belum
mendapatkan pendidikan formal,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pembimas Buddha dalam waktu dekat ini akan menyalurkan 162 buku penunjang pendidikan agama Buddha yang terdiri dari tujuh judul buku. Buku-buku tersebut difungsikan sebagai suplemen pembelajaran untuk siswa tingkat SD, SMP, dan SMA, termasuk anak-anak sekolah minggu yang belum bersekolah secara formal.
Ria Anis merinci, buku-buku tersebut meliputi 67 buku bacaan anak, 84 buku suplemen pendidikan untuk usia PAUD dan SD, serta sejumlah buku untuk usia remaja dan SMA, termasuk buku berjudul Sang Buddha. Seluruh buku dirancang dengan bahasa sederhana dan visual menarik berupa ilustrasi dan komik agar mudah dipahami anak-anak.
“Isi bukunya sangat lengkap, mulai dari dasar-dasar agama Buddha. Disajikan dalam bentuk komik bergambar sehingga anak-anak lebih mudah memahami,” jelasnya.
Distribusi buku akan difokuskan pada siswa Buddha yang bersekolah di sekolah umum di Kota Ambon, seperti Citra Kasih, Xaverius, Rajawali, Kalam Kudus, serta beberapa sekolah negeri. Selain itu, penyaluran juga akan dilakukan ke Kabupaten Buru dan Kota Tual, termasuk melalui wihara sebagai pusat kegiatan keagamaan.
“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak sekolah, termasuk yayasan Kristen dan Katolik, dan mereka menyambut baik rencana kami,” tambahnya.
Selain penyaluran buku fisik, Pembimas Buddha juga berencana memperkenalkan Learning Management System (LMS) agar siswa dapat belajar agama Buddha secara mandiri melalui sistem
pembelajaran daring.
Menurut Ria Anis, pengadaan buku ini merupakan jawaban atas keterbatasan guru agama Buddha di Maluku, terutama di wilayah pedalaman. “Dengan keterbatasan guru, buku-buku ini menjadi solusi dan suplemen penting agar anak-anak tetap mendapatkan pendidikan agama Buddha,” tegasnya.
Ia berharap program ini dapat menjadi kontribusi nyata Pembimas Buddha dalam pengembangan pendidikan dan pelayanan keagamaan bagi umat Buddha di Provinsi Maluku, khususnya bagi
anak-anak di daerah terpencil.(*)




