RadarAmbon.id – SAMPEL telur yang diduga palsu telah diserahkan oleh Puskesmas Banda Neira ke Laboratorium Kesehatan milik Pemerintah Provinsi Maluku untuk dilakukan pengujian lebih lanjut.
Penyerahan sampel tersebut dilakukan pada Sabtu (24/1/2026) guna memastikan kebenaran dugaan yang beredar di tengah masyarakat. Hingga kini, hasil pemeriksaan laboratorium belum dapat diketahui karena proses pengujian masih berlangsung.
“Kami baru menyerahkan sampel pada Sabtu kemarin (24/1/2026),” ujar Kepala Puskesmas Banda Neira, dr. Fitra, kepada RadarAmbon.id melalui sambungan telepon, Minggu (25/1/2026).
Ia menjelaskan, hasil uji laboratorium nantinya dapat langsung dikonfirmasi kepada pihak Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku yang berlokasi di Karang Panjang (Karpan).
Sementara itu, Kapolsek Banda, AKP Kasim Rahantamyel, menyampaikan bahwa pihak kepolisian juga telah melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan peredaran telur palsu tersebut.
“Saksi berasal dari Desa Pulau Ay serta pemilik kios-kios yang diduga menjual telur,” ungkapnya.
Namun, dari hasil pemeriksaan tersebut, lanjut AKP Kasim, tidak ditemukan adanya penjualan telur palsu oleh pedagang di Pulau Ay. “Tidak ada bukti dugaan penjualan telur palsu di kios-kios yang diperiksa,” tegasnya.
Sebelumnya, kabar mengenai dugaan peredaran telur palsu di Pulau Ay sempat beredar luas dan cepat menyebar melalui media sosial. Menyikapi hal tersebut, selain dinas terkait, aparat kepolisian turut turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. (AAN)




