Nama Walikota Dicatut, Modus Uang PPPK

  • Bagikan

RadarAmbon.id – ISU dugaan pungutan jutaan rupiah yang menyeret nama Walikota Ambon mencuat di tengah masyarakat. Pemerintah Kota Ambon memastikan informasi tersebut adalah hoaks dan meminta warga tidak terjebak bujuk rayu oknum yang memanfaatkan momentum seleksi pegawai.

Walikota Ambon Bodewin Wattimena kepada wartawan Senin (19/1/26) menegaskan, tidak pernah ada pembukaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu melalui jalur pribadi maupun permintaan uang. Ia menyebut, kabar yang beredar soal setoran Rp3 juta hingga Rp5 juta per orang merupakan bentuk penipuan yang sengaja mencatut namanya.

Wattimena meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan pihak yang mengaku memiliki “jatah” atau akses khusus pengangkatan PPPK Paruh Waktu. Ia menegaskan akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum agar diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Saat ini, kata dia, terdapat 117 tenaga kerja di lingkungan Pemkot Ambon yang belum memiliki kepastian status. Namun pemerintah daerah belum dapat mengambil kebijakan pengangkatan sebagai PPPK Paruh Waktu karena belum ada arahan resmi dari pemerintah pusat.

Sebagai alternatif, Pemkot Ambon menyiapkan skema kerja melalui sistem outsourcing apabila kebijakan PPPK Paruh Waktu tidak memungkinkan. Skema tersebut mencakup pekerjaan seperti petugas kebersihan, pramusaji, dan pengamanan yang dikelola oleh pihak ketiga.

Walikota juga mengimbau warga agar lebih selektif menerima informasi, terutama yang berkaitan dengan rekrutmen aparatur negara, dan selalu memastikan kebenarannya melalui kanal resmi pemerintah.(*)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *