RadarAmbon.id, Makassar — Peta persaingan pendidikan tinggi di kawasan Indonesia Timur kembali menempatkan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar pada posisi strategis. Dalam pemeringkatan Webometrics 2026, UMI mencatatkan diri sebagai perguruan tinggi swasta dengan capaian tertinggi di kawasan timur Indonesia, sekaligus masuk jajaran kampus papan atas yang didominasi perguruan tinggi negeri.
Secara regional, UMI berada pada peringkat ke-6 Indonesia Timur dan menempati urutan ke-3 di Sulawesi Selatan, bersaing langsung dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Negeri Makassar (UNM). Pada level nasional, UMI menduduki peringkat ke-66, menegaskan konsistensi kualitas institusi dalam pengelolaan akademik, riset, serta visibilitas digital.
Keistimewaan capaian ini terletak pada status UMI sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang mampu menembus dominasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di kawasan timur Indonesia. Posisi tersebut mencerminkan daya saing UMI yang tidak hanya setara, tetapi juga melampaui sejumlah kampus negeri dalam indikator penilaian Webometrics.
Berdasarkan pemeringkatan Webometrics 2026, delapan perguruan tinggi terbaik di Indonesia Timur masih didominasi PTN, dengan UMI menjadi satu-satunya wakil PTS dalam daftar elit tersebut. Kondisi ini sekaligus mempertegas peran UMI sebagai simpul penting pengembangan pendidikan tinggi swasta di kawasan timur.
Di tingkat lokal, capaian ini juga memperkokoh posisi UMI sebagai kampus terbaik ketiga di Makassar dan Sulawesi Selatan. Prestasi tersebut menjadikan UMI sebagai rujukan utama bagi masyarakat yang menginginkan pendidikan tinggi swasta berkualitas dengan reputasi nasional.
Keberhasilan UMI dinilai sebagai hasil dari strategi jangka panjang yang menekankan penguatan tata kelola, transformasi digital, produktivitas riset, serta pembinaan mahasiswa yang berorientasi pada masa depan. Pendekatan ini menjadikan UMI adaptif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas institusi.
Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika dan dukungan Yayasan Wakaf UMI.
“Prestasi ini adalah amanah sekaligus pengingat bahwa UMI harus terus bergerak maju. Kami tidak berhenti pada peringkat, tetapi fokus pada peningkatan mutu pendidikan, riset, dan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kepercayaan publik menjadi modal utama UMI untuk terus berkembang sebagai kampus yang relevan dengan kebutuhan generasi masa depan.
Di tengah kompetisi pendidikan tinggi yang semakin ketat, capaian Webometrics 2026 menempatkan UMI bukan sekadar sebagai kampus swasta unggulan, tetapi sebagai institusi strategis yang ikut menentukan arah kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia Timur.(*)




