Menteri Agama Tanam Cengkih Hutan di Kampus UIN A. M. Sangadji

  • Bagikan

RadarAmbon.id – MENTERI Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, menanam anakan pohon cengkih Hutan saat melakukan kunjungan kerja di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) A. M. Sangadji Ambon, Jumat (16/1/2026). Kegiatan ini menjadi simbol komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat nilai ekoteologi dan pelestarian lingkungan hidup berbasis kearifan lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Menag menegaskan pentingnya keseimbangan hubungan antara manusia dan alam. Menurutnya, manusia tidak dapat menjadi hamba yang taat tanpa didukung oleh lingkungan yang sehat.

“Semakin sehat alam, maka manusia juga akan semakin sehat. Sebaliknya, ketika alam semesta sakit, manusia akan menjadi lemah. Alam semesta juga memiliki hak, sebagaimana manusia memiliki hak. Jika kita saling menjaga dan menghormati hak masing-masing, maka kehancuran atau kiamat itu bisa ditunda,” ujar Nasaruddin Umar.

Ia mengingatkan bahwa eksploitasi alam yang melampaui batas hingga meniadakan hak-hak alam semesta pada akhirnya akan merugikan manusia itu sendiri. Karena itu, pengelolaan lingkungan harus dilakukan secara bijak, adil, dan berkelanjutan.

Sebelumnya, Rektor UIN A. M. Sangadji Ambon, Dr. Abidin Wakano, dalam sambutannya melaporkan komitmen kampus terhadap pelestarian lingkungan hidup. Ia menyebutkan bahwa UIN A. M. Sangadji telah menanam seribu pohon endemik Maluku di lingkungan kampus sebagai bagian dari implementasi nilai ekologi dalam pendidikan tinggi keislaman.

“Salah satu tanaman yang kami tanam adalah cengkih hutan atau cengkih utang, tanaman lokal yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis tinggi, serta menjadi bagian penting dari sejarah Maluku dan Indonesia,” ungkap Abidin.

Menurutnya, cengkih memiliki makna historis yang kuat karena menjadikan Maluku dikenal dunia dan pernah menjadi pusat perhatian bangsa-bangsa penjajah. Selain berfungsi menjaga keseimbangan lingkungan, tanaman endemik ini juga memiliki nilai produktivitas yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan penanaman pohon ini diharapkan menjadi inspirasi bagi civitas akademika dan masyarakat luas untuk terus menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral, sosial, dan keagamaan.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *