Produksi Beras Maluku 2025 Diproyeksi Naik Signifikan

  • Bagikan

RadarAmbon.id – PRODUKSI beras di Provinsi Maluku pada tahun 2025 diperkirakan mengalami pertumbuhan yang cukup kuat seiring upaya konsolidasi sektor pertanian yang dilakukan secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga petani di tingkat lapangan.

Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku, Gunawan, menyampaikan bahwa total produksi beras tahun 2025 diproyeksikan mencapai sekitar 57,55 ribu ton. Jumlah ini menunjukkan peningkatan sebesar 12,78 persen atau setara 6,52 ribu ton dibandingkan realisasi produksi pada tahun 2024 yang berada di angka 51,03 ribu ton.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari sinergi lintas sektor dalam memperkuat fondasi pertanian daerah. Strategi yang diterapkan mencakup perluasan lahan tanam, peningkatan hasil per hektare, serta percepatan adopsi teknologi pertanian modern di sentra-sentra produksi.

“Peningkatan ini tidak terlepas dari kerja bersama berbagai pihak untuk memperbaiki sistem produksi, mulai dari pengelolaan lahan hingga penerapan inovasi teknologi yang lebih efisien,” ujar Gunawan di Ambon, Minggu (11/1/2026).

Selain aspek produksi, pemerintah juga mendorong penguatan sektor pendukung melalui perbaikan infrastruktur pertanian, penyediaan sarana dan prasarana produksi, serta pendampingan intensif oleh penyuluh guna memastikan implementasi program berjalan sesuai sasaran.

Pengembangan kapasitas sumber daya manusia pertanian turut menjadi fokus, khususnya melalui pelatihan budidaya padi berbasis teknologi. Materi pelatihan meliputi penggunaan varietas unggul, pengelolaan sistem irigasi yang efektif, hingga penerapan pengendalian hama terpadu.

“Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan petani terhadap perubahan iklim sekaligus menekan potensi risiko gagal panen,” jelasnya.

Gunawan menambahkan, pemantauan lapangan secara berkelanjutan dilakukan oleh petugas penyuluh untuk memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal serta mendeteksi kendala sejak dini di wilayah produksi.

Melalui peningkatan produksi beras tersebut, pemerintah optimistis ketahanan pangan Maluku akan semakin kuat dan ketergantungan pasokan dari luar daerah dapat ditekan.

“Dalam jangka panjang, kami menargetkan Maluku mampu berperan sebagai salah satu lumbung pangan di kawasan timur Indonesia,” tutup Gunawan.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *