RadarAmbon.id – Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Namatimur, Kecamatan Bula Air, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), dibiarkan menumpuk dan membentang ratusan meter hingga menimbulkan bau busuk menyengat. Amatan wartawan di lokasi pada Selasa, 2 Desember 2025, sekitar pukul 15.46 WIT, sampah organik dan anorganik terlihat menumpuk tanpa adanya upaya pengelolaan dari dinas terkait.
Bau busuk tercium kuat terutama saat matahari terik, disertai kerumunan lalat yang memenuhi area tersebut. Kondisi ini dinilai warga sangat berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.
Arman, salah satu warga, mengatakan volume sampah di TPA Namatimur terus bertambah setiap hari tanpa penanganan intensif dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Menyengat sekali baunya. Sudah banyak laporan dan keluhan dari warga, tapi sampai sekarang tidak ada solusi dari DLH,” ujarnya.
Menurutnya, meski TPA berjarak ratusan meter dari jalan raya Bula – Airnanang, bau menyengat yang ditimbulkan dapat tercium hingga radius satu kilometer. “Selalu berbau dan menyengat sampai satu kilometer lebih. Kalau musim hujan begini biasanya lebih menyengat,” jelasnya.
Ia mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) SBT untuk segera memberikan perhatian serius agar masalah sampah tersebut tidak terus mengganggu dan mencemari lingkungan.
“Harapan kita adalah DLH harus secepatnya mengatasi masalah ini agar tidak mengganggu dan bisa menjamin kesehatan warga,” pungkasnya. Terkait hal itu, pihak DLH Kabupaten SBT yang coba dikonfirmasi media ini belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan. (DIK)


