RadarAmbon.id – Kota Ambon kembali mencatat prestasi nasional setelah meraih peringkat ketiga kategori Pemerintah Daerah Kota dengan Kinerja Terbaik Penyelenggaraan Jalan pada ajang Sutami Award 2025 yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum RI, Dody Hanggodo, kepada Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, pada malam penganugerahan yang berlangsung di Auditorium Kementerian PUPR, Selasa, 2 Desember 2025.
Dalam kompetisi tersebut, Kota Tegal dinobatkan sebagai peringkat pertama, disusul Kota Banjarbaru di peringkat kedua. Ambon menempati posisi ketiga berkat dinilai unggul dalam tata kelola penyelenggaraan jalan yang efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Menteri PUPR Dody Hanggodo dalam sambutannya menegaskan bahwa Sutami Award tidak sekadar seremoni penganugerahan, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional sebagai bagian dari Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai lima tahun ke depan merupakan fase krusial sehingga seluruh pemangku kepentingan dituntut untuk terus berinovasi menjawab tantangan pembangunan. “Kehadiran bapak-ibu sekalian sangat penting dan menjadi bukti kepedulian bersama untuk mengawal pembangunan infrastruktur
dan pertumbuhan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Ia menyebut penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di Kota Ambon.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan jalan. Kami berkomitmen memastikan pembangunan infrastruktur berjalan terencana, tepat sasaran, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Ambon akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah pusat untuk mendorong peningkatan konektivitas dan pemerataan pembangunan, terutama di wilayah yang masih membutuhkan intervensi infrastruktur. (MON)




