11 Siswa SMKN 6 Ambon Jalani UKK di Balai Labkes Maluku

  • Bagikan

RadarAmbon.id – SEBANYAK 11 siswa konsentrasi keahlian Layanan Penunjang Laboratorium Medik SMK Negeri 6 Ambon menjalani Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Alat Kesehatan Provinsi Maluku, Selasa–Rabu (3–4 Maret 2026). Pelaksanaan ujian praktik ini menjadi tahap akhir penilaian sebelum para siswa menyelesaikan pendidikan di bangku SMK.

Berbeda dengan kompetensi keahlian lainnya yang dilaksanakan di lingkungan sekolah, 11 siswa ini mengikuti ujian langsung di laboratorium milik pemerintah provinsi guna memastikan
standar kompetensi mereka sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang laboratorium medik.

Di ruang Mikrobiologi TB dan beberapa unit pemeriksaan lainnya, para siswa diuji melalui serangkaian praktik, mulai dari pengambilan sample darah, hemoglobin (HB), pemeriksaan TBC, hingga identifikasi mikrobiologi menggunakan mikroskop. Selain itu, mereka juga menjalani pengujian prosedur kerja laboratorium seperti teknik sterilisasi alat dan uji katalase.

Penanggung jawab sekaligus Koordinator Laboratorium, Marce Teterissa, menjelaskan bahwa pihak balai bertindak sebagai pendamping sekaligus pengawas teknis selama pelaksanaan UKK.

“Kami memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prosedur. Siswa tidak hanya dinilai dari hasil akhir, tetapi juga dari ketelitian, cara kerja, serta kepatuhan terhadap standar operasional
laboratorium,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman mengikuti UKK di laboratorium rujukan provinsi memberikan nilai tambah tersendiri bagi siswa karena mereka merasakan langsung atmosfer kerja profesional.

Ketua Jurusan Teknologi Laboratorium Medik SMK Negeri 6 Ambon, Trisye Kesaulya, menyebutkan bahwa pelaksanaan UKK di balai laboratorium merupakan bagian dari kemitraan jangka
panjang yang telah terjalin sejak jurusan ini dibuka.

“Anak-anak diuji sesuai kompetensi yang mereka pelajari. Harapannya, setelah lulus nanti mereka benar-benar siap bekerja di rumah sakit, puskesmas, laboratorium klinik, maupun melanjutkan
pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” katanya.

Ia menambahkan, kebutuhan tenaga laboratorium medik di Maluku masih cukup besar. Oleh karena itu, pelaksanaan UKK berbasis industri menjadi langkah strategis untuk memastikan lulusan
memiliki keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan lapangan.

UKK menjadi salah satu syarat utama kelulusan siswa SMK karena menilai aspek keterampilan secara langsung. Selama dua hari pelaksanaan, para siswa diuji oleh asesor dari dunia industri
dan tenaga profesional laboratorium.

Melalui ujian ini, 11 siswa tidak hanya membuktikan penguasaan teori, tetapi juga kemampuan praktik sesuai standar pelayanan kesehatan. Diharapkan, pengalaman tersebut menjadi bekal
penting dalam memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan.

Pelaksanaan UKK di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Alat Kesehatan Provinsi Maluku sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah vokasi dan institusi layanan
kesehatan dalam mencetak tenaga terampil dan kompeten di Maluku.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *